Wali Kota Tanjung balai, Mahyaruddin Salim didampingi Wakil Wali Kota Muhammad Fadly Abdina menerima Kunjungan kerja Pimpinan Ombudsman RI, Jemsly Hutabarat, didampingi Kepala Perwakilan Ombudsman Sumatera Utara (Sumut), Herdensi Adnin, di Aula Sutrisno Hadi, Kantor Wali Kota, Rabu (19/11/2025).
“Kami Pemerintah Kota Tanjung balai sangat mengapresiasi atas kunjungan dari Ombudsman RI, dan kami siap bersinergi, berkolaborasi” ujar Wali Kota
Turut hadir dalam acara tersebut Sekretaris Daerah, Nurmalini Marpaung, Para Asisten, Staf Ahli dan Pimpinan OPD, Camat dan Lurah Se Kota Tanjung balai.
Dalam sambutannya, Wali Kota Tanjung balai, Mahyaruddin Salim menyampaikan selamat kepada pimpinan Ombudsman RI, Jemly Hutabarat dan perwakilan Ombudsman Provinsi Sumatera Utara Herdensi Adnin beserta rombongan di Pemerintah Kota Tanjung balai.
Beliau juga memaparkan selayang pandang Kota Tanjung balai. Kota Tanjung balai memiliki luas wilayah 60,52 Km² berdasarkan luas wilayah tersebut Kota Tanjung balai memiliki terdiri 6 kecamatan dan 31 kelurahan. Berdasarkan data BPS jumlah penduduk Kota Tanjung balai pertengahan tahun 2024 berjumlah 186.150 jiwa.
"Kami Pemerintah Kota Tanjung balai memiliki komitmen untuk meningkatkan pelayanan publik dari yang sebelumnya dan saya meminta seluruh OPD untuk menindaklanjuti hal itu," jelas Wali Kota.
Lanjut Wali Kota, di Kota Tanjung balai saat ini sebanyak 62.000 ibu hamil, ibu menyusui, dan Balita yang mendapatkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mana dari jumlah tersebut saat ini rata-rata 1 dapur memberikan 2000 sampai dengan 3000 porsi makanan bergizi setiap hari. Sampai detik ini Alhamdulillah Kota Tanjung balai 0 kasus masyarakat yang keracunan pada program MBG ini dan tidak ditemukan kualitas makanan yang rendah atau tidak sterilnya makanan yang disajikan, sebutnya
"Tentunya kami membutuhkan pandangan dan masukan, agar Kota Tanjung balai terhindar dari kasus-kasus keracunan seperti kota lain. Ia juga menegaskan Kami juga menghadapi efisiensi yang sangat berat untuk dilalui sampai tahun 2026. Saat ini PPPK Paruh Waktu berjumlah 2.126 yang akan kami lantik besok dan Pemko Tanjung balai mengeluarkan setidaknya Rp. 2.000.000.000,- (Dua Miliar) perbulan untuk menggaji PPPK paruh waktu ini yang sudah digolongkan berdasarkan pendidikan yaitu Sarjana, Diploma, dan SMA, kata Wali Kota lagi.
"Kami berharap agar tahun 2027 fiskal pusat stabil sehingga mampu memberikan dampak positif ke daerah. Selain itu sektor pendapatan bersumber dari PPHTB, PBB dan Retribusi parkir akan terus ditingkatkan. Pemko Tanjung balai juga memberi perhatian untuk perbaikan Jalan nasional 14 KM, jalan Provinsi 4,5 KM yang belum tuntas dan perlu perbaikan sehingga ini memang menjadi perhatian kami terkait pelayanan publik, tentunya kami berharap dukungan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi untuk Kota Tanjung balai" harapnya.
Pertemuan kali ini menjadi momentum yang baik bagi Pemko Tanjung balai sehingga Visi Misi Tanjung balai EMAS dapat selaras dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, tutup Wali Kota Mahyaruddin Salim mengakhiri sambutannya. (Ak)


Posting Komentar